Industri trailer Tiongkok mencapai tonggak sejarah pada tahun 2025. Dalam 10 bulan pertama saja, total volume ekspor trailer dan komponen terkait mencapai 1,28 juta unit, meningkat 63% dari tahun ke tahun, dengan nilai ekspor melebihi 38 miliar dolar AS. Pertumbuhan signifikan ini berkat rantai industri matang yang mengintegrasikan "kepatuhan, keringanan, dan kecerdasan". Yang lebih penting lagi, hal ini disebabkan oleh inovasi tersegmentasi yang menyasar skenario tertentu, sehingga membantu trailer Tiongkok memasuki pasar kelas atas di Eropa dan Amerika Utara.
Pasar regional menghadirkan penggerak “mesin ganda”: negara-negara anggota RCEP menyumbang 42% dari total nilai ekspor, dengan Vietnam, Thailand, dan Malaysia menjadi tujuan utama, dengan pertumbuhan tahun-ke-tahun sebesar 78%. Terobosan di pasar kelas atas patut dicatat: ekspor ke Uni Eropa meningkat sebesar 51% (trailer berpendingin pintar dan trailer curah rendah emisi telah memasuki rantai pasokan perusahaan logistik terkemuka di Eropa), sementara ekspor ke Amerika Utara meningkat sebesar 47% (trailer pembuangan berat dan trailer kontainer yang dapat diganti adalah kekuatan pendorong utama).
Penyesuaian yang tersegmentasi adalah kunci terobosan pasar: dalam kondisi off-road di Australia dan Afrika, pesanan untuk trailer pertambangan/rekayasa seberat 120 ton melonjak sebesar 92%; Kami telah meluncurkan trailer berpendingin cerdas dengan kontrol suhu ± 0,5 ℃ untuk pasar rantai dingin di Eropa dan Amerika Utara, mengurangi konsumsi energi sebesar 30%; Peningkatan daya dukung; Peningkatan kapasitas transportasi. Untuk pelabuhan-pelabuhan di Asia Tenggara, trailer ringan berbahan paduan aluminium telah dikenal luas karena mampu mengurangi konsumsi bahan bakar transportasi sebesar 15%.
Daya saing konstruksi kebijakan dan teknologi: Kementerian Perdagangan dan Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok telah membentuk "saluran hijau" untuk ekspor trailer kelas atas; Tingkat lokalisasi komponen inti melebihi 85%, mengurangi biaya sebesar 20% dan memberi produk Tiongkok keunggulan harga sebesar 10% -15% dibandingkan produk internasional.
Ke depannya, perluasan infrastruktur global dan kebijakan netralitas karbon akan terus mendorong tingginya permintaan terhadap trailer berkualitas tinggi. Pada tahun 2026, ekspor trailer Tiongkok diperkirakan akan melebihi 50 miliar dolar AS. Perusahaan perlu fokus pada pengembangan teknologi yang “canggih, cerdas, dan berbasis skenario” untuk mengkonsolidasikan daya saing global mereka.